The Right Perception of Insurance

Istilah ‘asuransi’ sudah seringkali kita dengar. Walaupun demikian, banyak orang masih belum memiliki pemahaman yang benar mengenai ‘asuransi’. Tidak jarang ‘asuransi’ dilihat sebagai sesuatu yang bukannya memberikan ketenangan, tetapi justru menambah kebingungan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Ketidaktahuan inilah yang menyebabkan sebagian dari kita membeli ‘asuransi’ bukan karena memahami manfaatnya, melainkan karena keterpaksaan ataupun desakan dari pihak lain. Kurangnya pemahaman masyarakat juga tercermin dari tingkat penetrasi ‘asuransi’ yang masih sangat rendah bila dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Data Life Insurance and Market Research Association (LIMRA) tahun 2008 memperlihatkan bahwa penetrasi asuransi jiwa di Singapura (5,78%) jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia
(1,08%). Kenalilah faktor-faktor pembentuk persepsi yang salah mengenai asuransi dan langkah langkah untuk memperoleh manfaat perlindungan yang maksimal.
Set Your Priorities Sebelum Anda memutuskan untuk memiliki produk asuransi, berdiskusilah dengan pasangan mengenai prioritas keluarga Anda. Secara umum, prioritas pertama yang dianjurkan adalah asuransi jiwa. Produk ini memberikan perlindungan terhadap nilai ekonomis pencari nafkah, sehingga apabila terjadi sesuatu kepada orang tersebut, kelangsungan dan standar hidup keluarga yang ditinggalkan tetap terjaga.
Kenalilah Perlindungan Anda Memiliki lebih dari satu macam asuransi, bukan berarti Anda otomatis terlindungi dari segala risiko. Banyak pemegang polis yang belum memahami detail coverage yang dimilikinya, termasuk Uang Pertanggungan dan jumlah premi yang dibayarkan, sehingga tidak bisa memaksimalkan manfaat yang dimiliki bila saatnya tiba.
Informasikan Ahli Waris Manfaat asuransi tidak bisa dirasakan secara instan. Besar kemungkinan bukan Anda sebagai pemegang polis yang akan merasakannya, tetapi justru keluarga dan ahli waris Anda. Yang mengejutkan, sebagian pengguna asuransi tidak pernah menginformasikan ahli warisnya, sehingga bila terjadi sesuatu kepada dirinya, ahli waris tidak bisa mengurus proses klaim untuk mendapatkan Uang Pertanggungan yang menjadi haknya.
Keep It as an Asset! Karena tidak memiliki manfaat yang tangible, asuransi seringkali tidak dilihat sebagai aset seperti halnya surat tanah ataupun deposito, melainkan hanya seonggok dokumen yang tersimpan di lemari. Mulailah memperlakukan polis asuransi Anda sebagai aset berharga yang dapat membantu Anda mempertahankan lifestyle dan menikmati hidup.
Be Committed! Masa depan selalu dipenuhi dengan ketidakpastian. Di saat segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, tentu Anda mengharapkan agar kelangsungan hidup orang-orang terdekat Anda tetap terpelihara. ‘Asuransi’ adalah wujud kasih sayang Anda kepada keluarga dan sudah sewajarnya bila hal ini membutuhkan komitmen jangka Anda. Pastikan Anda secara konsisten memenuhi tanggung jawab Anda dalam membayar premi selama periode yang disepakati, sehingga Anda dan ahli waris dapat memperoleh manfaat yang optimal.

 

sumber: Sequislife/ article